Merdeka Walk Restoran Nelayan , Citra Rasa Ala Medan


Apa yang paling diminati orang di restoran ini? “Dingsum!” jawab Teng Un, Marketing Manager Restoran Sari Laut, Nelayan dengan pasti. “Orang kalau dengar Dingsum, pasti ingatnya langsung Restoran Nelayan,” katanya pula.

Dingsum memang makanan khas Restoran Nelayan. Saat kru Luxo datang ke restoran ini, puluhan pengunjung memadati kursi-kursinya. Para pramusaji berkeliling dari meja ke meja menawarkan beragam makanan di atas nampan. Makanan berwadah bulat terbuat dari bambu. Inilah Dingsum.

Sajian pertama yang ditawarkan kepada Anda begitu menjejakkan kaki di restoran ini. Hidangan-hidangan lain akan ditawaran menyusul, sebagai pelengkap santapan Anda. Dingsum adalah makanan seafood yang dibuat seperti siomay –biasa juga disebut siomay. Bahan dasarnya tentu saja bahan-bahan yang terbaik dari laut Indonesia.

Penyajiannya biasanya di dalam wadah yang terbuat dari bambu. Ini hanya ciri khas Nelayan, tiak berpengaruh terhadap cita rasa. Wadah bambu untuk mengingatkan negara asal Dingsum, Negeri tirai bambu.

Dingsum yang paling enak adalah Dingsum Rumput Laut, Hakai Udang, dan Siomay Ayam. Rasanya emhh… sedap. Sangat terasa seafood-nya. Makanan beraroma laut dibaluri bumbu yang tepat. Hasilnya… menggugah selera makan. Mau lagi dan lagi.

Dingsum Rumput Laut adalah dingsum yang dibungkus rumput laut, isinya cacahan daging udang segar. Dagingnya empuk, tiap kali gigitan mulut Anda akan penuh dengan nikmatnya daging udang segar. Cocolan sambalnya terasa pas pedasnya di lidah. Ada lagi Hakai Udang atau siomay udang. Sama-sama berisi udang, hanya saja bukan cacahan udang. Isinya udang utuh dengan ekor mencuat dipermukaan dingsum membuatnya tampak lebih menarik. Sedangkan Siomay Ayam, tentu saja bahan dasarnya adalah daging ayam. Jadi kalau Anda bukan seafood addict jangan kuatir, Anda dapat memesan makanan dengan bahan dasar daging sapi atau daging ayam.

Sebenarnya dingsum, di negeri asalnya, China bukanlah makanan segala suasana. Dingsum adalah menu untuk sarapan pagi. Dingsum dinikmati bersama semangkuk bubur seperti yang di sediakan Restoran Sari Laut Nelayan di Jalan Merak Jingga setiap hari Minggu atau hari libur. “Itulah Dingsum yang sebenar-benarnya,” kata Teng Un.

Masyarakat Medan, selain jago memplesetkan kata ternyata juga jago memplesetkan makna. “Semuanya kan kita sesuaikan dengan selera pasar. Dengan lidah orang Medanlah tentunya,” komentar Teng Un pria kelahiran kota kerang Tanjung Balai ini. Dingsum pun akhirnya di-set seperti selera pasar. Rasanya, isinya, dan variasinya. Dingsum bukan untuk sarapan saja tetapi untuk segala suasana. “Mau pagi, mau malam, kalau mau dingsum ya dimakan saja,” cerita Teng Un tertawa. Semua disesuaikan dengan cita rasa ala Medan, dingsum yang asli bahkan terasa hambar bagi masyarakat Medan. Keasinan, pedasnya benar-benar telah disesuaikan.

Kalau lapar namun tidak ingin cepat kenyang –Anda masih ingin mencoba menu yang lain- Nasi Prang yang ditawarkan para waiter berkeliling sangat cocok menjadi pilihan. Nasi lemak porsi kecil sekali makan seharga Rp3500. Satu sendok nasi yang tidak akan membuat perut Anda kekenyangan. Aromanya gurih. Terserah mau pilih Nasi Prang Ayam atau Nasi Prang Telur.

Hidangan rekomendasi lain bagi Anda adalah Kaki Ayam Saos Tiram. Para pencinta ceker ayam, jangan kelewatan yang satu ini. Saos tiramnya… nikmat. Nasi goreng udang galah dan Mie Hot Plate Udang Galah Saos Pedas juga layak menjadi pillihan. Dengan harga Rp33 ribu Anda dapat menikmati satu porsi udang galah besar plus mie goreng dengan saos pedas. Rasanya? Jangan tanya lagi!

Tak heran restoran ini selalu dipadati pengunjung. Bagi Anda pencinta makanan seafood restoran satu ini jangan sampai terlewatkan. “Restoran kita ini terjamin kehalalannya. Selain hidangan seafood kita juga sediakan masakan dengan bahan dasar daging. Yang halal pastinya, seperti ayam dan sapi,” jamin Teng Un.

Tak cuma Nelayan, di Merdeka Walk, terdapat sekitar 35 outlet makanan yang lainnya yang buka hingga pukul sebelas malam. Seperti Pizza Hut, Hoka-hoka Bento, dan Mc Donald. Ester Rhani, Manager Public Relation Merdeka Walk mengatakan setiap outlet punya cita rasa tersendiri. “Tergantung kepada selera masing-masing,” kata Ester. Untuk menjamin kualitas makanan manajemen Merdeka Walk akan mengadakan food control setiap bulannya. Kualitas bahan makanan, cita rasa, dan kebersihan tak luput dari perhatian mereka. “Jadi pengelola outlet-outlet tersebut tidak bisa sembarangan dengan rasa,” jamin Ester. “Untuk sekadar ngopi dengan teman-teman saya akan jatuhkan pilihan pada Killiney,” rekomendasi Ester.

Komentar